Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Eropa Memanas: Saat Trump Ancam Bubarkan NATO, Inggris Justru Pilih "Merapat" ke Benua Biru

Redaksi Prokal • 2026-04-03 11:32:25
Donald Trump dan PM Inggris Prime Keir Starmer. (ANDREW CABALLERO-REYNOLDS/AFP via Getty Images)
Donald Trump dan PM Inggris Prime Keir Starmer. (ANDREW CABALLERO-REYNOLDS/AFP via Getty Images)

 
LONDON – Peta keamanan global sedang berada di persimpangan jalan yang genting. Di tengah ancaman nyata Donald Trump yang mempertimbangkan untuk menarik Amerika Serikat keluar dari NATO dan membubarkan aliansi yang telah dibangun selama puluhan tahun, Inggris justru mengambil langkah sebaliknya. Perdana Menteri Keir Starmer secara tegas mengumumkan bahwa London akan memperdalam hubungan pertahanan dan ekonomi dengan Eropa demi menjaga kepentingan nasionalnya.

Langkah ini diambil menyusul "kebisingan" politik dari Washington yang mengisyaratkan AS tidak lagi sudi menjadi penopang utama keamanan transatlantik. Menanggapi potensi keretakan aliansi tersebut, Starmer memberikan pernyataan yang tajam sekaligus diplomatis mengenai posisi Inggris di panggung dunia.

“NATO adalah aliansi militer paling efektif yang pernah ada di dunia. Aliansi ini telah menjaga keamanan kita selama beberapa dekade, dan kami sepenuhnya berkomitmen kepada NATO,” tegas Starmer.

Di tengah tekanan dari sekutu tradisionalnya di seberang Atlantik, Starmer menegaskan bahwa prioritas utama London adalah keselamatan warga Inggris, bukan mengikuti arus retorika politik luar negeri yang tidak stabil. Ia menyiratkan bahwa Inggris tidak akan membiarkan dirinya terseret ke dalam pusaran konflik yang tidak relevan dengan kedaulatannya.

“Apa pun tekanan yang saya hadapi, apa pun kebisingannya, saya akan bertindak demi kepentingan nasional Inggris. Ini bukan perang kita, dan kita tidak akan terseret ke dalamnya,” imbuhnya.

Kembali ke Pelukan Eropa

Sikap Trump yang cenderung isolasionis memaksa Inggris untuk meninjau ulang strategi pasca-Brexit mereka. Starmer menekankan bahwa keamanan masa depan tidak bisa lagi digantungkan sepenuhnya pada satu negara di luar benua. Dalam visi barunya, keterikatan yang lebih erat dengan tetangga-tetangga di Eropa adalah kunci stabilitas ekonomi dan militer.

“Dalam hal pertahanan, keamanan, dan masa depan ekonomi kita, kita harus memiliki hubungan yang lebih erat dengan Eropa,” kata Starmer, menandai pergeseran arah kebijakan luar negeri Inggris yang lebih fokus pada integrasi regional sebagai benteng pertahanan terakhir.

Pengumuman ini menjadi sinyal kuat bagi dunia bahwa meski aliansi lama terancam bubar oleh kebijakan "America First" milik Trump, negara-negara Eropa, dengan Inggris di barisan depan, mulai menyusun barisan sendiri untuk menghadapi ketidakpastian global di masa depan. (*)

Editor : Indra Zakaria
#keir starmer #donald trump