PARIS – Atmosfer panas pasca-pertandingan perempat final Liga Champions antara Atletico Madrid dan Barcelona ternyata masih berbuntut panjang di luar lapangan. Kiper Atletico Madrid, Juan Musso, akhirnya angkat bicara untuk merespons pernyataan bintang Barcelona, Raphinha, yang sebelumnya melontarkan kritik keras terkait hasil laga di Anfield.
Menanggapi keluhan Raphinha yang seolah merasa timnya dirugikan oleh keputusan wasit, Musso menegaskan bahwa kemenangan Atletico adalah murni hasil perjuangan di atas lapangan. Ia secara terbuka meminta pemain asal Brasil tersebut untuk berhenti membangun narasi yang menyudutkan kemenangan mereka. "Kamu sama sekali TIDAK BOLEH bicara soal perampokan," tegas Musso dengan nada bicara yang lugas.
Baca Juga: Raphinha Meledak, Sebut Barcelona "Dirampok" Usai Disingkirkan Atletico Madrid
Kiper asal Argentina itu merasa bahwa keluhan Liverpool terlalu berlebihan. Baginya, skor akhir dan jalannya pertandingan menunjukkan dominasi Atletico yang tidak bisa dibantah hanya dengan memperdebatkan satu atau dua keputusan pengadil lapangan.
"Kamu membuatnya seolah-olah ada tiga penalti atau empat kartu merah dalam laga itu. Kami menang di atas lapangan. Kami menang 2-0 di kandang lawan," lanjut Musso.
Salah satu poin yang memicu perdebatan adalah kartu merah yang diterima pemain Barcelona karena dianggap sebagai orang terakhir di lini pertahanan (last man). Musso menilai keputusan wasit tersebut sudah sesuai dengan aturan baku dalam sepak bola modern, di mana pelanggaran oleh pemain terakhir saat lawan memiliki peluang bersih mencetak gol memang harus diganjar kartu merah.
"Pemain terakhir dalam sepak bola memang berarti kartu merah," tambah sang penjaga gawang, menekankan bahwa aturan tersebut bukan sesuatu yang perlu diperdebatkan lagi. (*)
Editor : Indra Zakaria