Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Bela Mohamed Salah, Patrice Evra Kritik Jamie Carragher: "Legenda Liverpool Malah Meremehkan Pemain Terbaik Mereka"

Indra Zakaria • Minggu, 12 April 2026 - 07:14 WIB
Mo Salah
Mo Salah

MANCHESTER – Legenda Manchester United, Patrice Evra, melontarkan kritik pedas terhadap para legenda Liverpool, khususnya Jamie Carragher, terkait perlakuan mereka terhadap Mohamed Salah. Evra mengaku geram melihat bagaimana pencapaian luar biasa penyerang asal Mesir tersebut seolah sering dipandang sebelah mata oleh mantan pemain The Reds sendiri.

Keresahan Evra ini muncul menyusul performa konsisten Salah yang terus memecahkan rekor, namun tetap menjadi sasaran kritik tajam di berbagai media televisi. Evra secara terbuka menyebut nama Jamie Carragher sebagai salah satu sosok yang paling sering meremehkan warisan Salah di Anfield. Menurut Evra, sikap tersebut sangat tidak masuk akal mengingat kontribusi besar Salah yang telah mempersembahkan hampir semua trofi bergengsi untuk Liverpool.

"Saya akan jujur sepenuhnya dengan kalian, karena kalian tahu saya selalu bicara apa adanya. Saya melihat apa yang terjadi dengan Mo Salah di Liverpool dan itu benar-benar membuat saya bingung. Kalian punya legenda Liverpool seperti Jamie Carragher yang terus-menerus meremehkan pencapaiannya di televisi. Mengapa? Pria itu telah memenangkan segalanya untuk mereka!" tegas Evra.

Evra menyayangkan mengapa para legenda tersebut justru sering bungkam saat Salah berprestasi, namun sangat vokal ketika ingin melemparkan kritik. Mantan bek timnas Prancis tersebut juga menyoroti fenomena di mana Mohamed Salah kerap mengunggah statistik pribadi dan pencapaian trofinya di media sosial. Evra menilai hal itu adalah bentuk pertahanan diri Salah karena tidak mendapatkan apresiasi yang layak dari lingkungannya sendiri.

"Mo terpaksa pergi ke media sosial, memposting statistiknya sendiri dan mengangkat trofi-trofinya sendiri hanya untuk mengingatkan orang-orangnya sendiri tentang rasa hormat yang pantas dia dapatkan. Dia harus menyanyikan lagunya sendiri karena para pria yang seharusnya menyanyikannya terlalu sibuk mencoba merendahkannya. Gila sekali!" lanjutnya dengan nada berapi-api.

Untuk memperkuat argumennya, Evra membandingkan situasi di Liverpool dengan budaya di Arsenal. Ia memuji bagaimana legenda The Gunners seperti Ian Wright dan Thierry Henry selalu berdiri paling depan untuk melindungi dan mempromosikan bintang masa kini mereka, seperti Bukayo Saka. Sebaliknya, ia merasa sangat miris melihat situasi di Merseyside di mana pemain yang menurutnya layak menyandang status terbaik sepanjang masa klub justru harus berjuang sendirian untuk mempertahankan nama baiknya.

"Ini tidak akan pernah terjadi di Arsenal. Legenda seperti Ian Wright dan Thierry Henry melindungi anak asuh mereka sendiri dan mengangkat bintang modern mereka. Di Liverpool, mereka membuat pemain terbaik sepanjang masa mereka berjuang untuk warisannya. Sangat menyedihkan," pungkas Evra.

Komentar pedas Evra ini diprediksi akan memicu perdebatan panjang di kalangan pandit sepak bola Inggris, terutama mengenai bagaimana seharusnya sebuah klub dan para legendanya menghargai kontribusi pemain aktif yang tengah mengukir sejarah. (*)

Editor : Indra Zakaria
#mo salah