PROKAL.CO- Dunia sepak bola internasional dikejutkan dengan pernyataan emosional dari bek sayap Manchester United dan Timnas Maroko, Noussair Mazraoui. Di tengah usia emasnya sebagai pemain profesional, Mazraoui mengungkapkan sebuah rencana besar yang jauh dari hingar-bingar lapangan hijau, yakni niat untuk menyudahi karier sepak bolanya demi mendalami agama.
Pemain yang dikenal dengan kemampuan taktisnya yang mumpuni ini menyatakan bahwa dirinya tengah mempertimbangkan untuk gantung sepatu setelah perhelatan Piala Dunia mendatang. Alasan di balik rencana besar ini sangat menyentuh, di mana Mazraoui ingin mendedikasikan sisa hidupnya untuk menjadi seorang penghafal Al-Qur'an atau Hafiz.
"Saya mungkin mempertimbangkan untuk pensiun dari sepak bola setelah Piala Dunia. Saya ingin menghafal Al-Qur'an dan menjadi seorang Hafiz," ungkap Mazraoui dalam sebuah wawancara yang kini viral di media sosial.
Keputusan ini lahir dari perenungan spiritual yang mendalam mengenai hakikat kehidupan. Bagi Mazraoui, karier di dunia sepak bola yang bergelimang harta dan popularitas hanyalah bersifat sementara. Ia memiliki cita-cita mulia untuk bisa mengabdi di jalan agama, bahkan bermimpi untuk menjadi seorang imam di sebuah masjid suatu hari nanti.
"Saya ingin suatu hari nanti melayani sebagai Imam sebuah masjid karena hidup ini singkat," tambahnya dengan penuh keyakinan.
Pernyataan Mazraoui ini langsung memancing simpati dan kekaguman dari berbagai penjuru dunia, terutama dari kalangan penggemar Muslim. Banyak yang menilai langkah ini sebagai bentuk keberanian luar biasa dalam memprioritaskan nilai-nilai spiritual di atas karier yang sedang berada di puncak.
Jika niat ini benar-benar direalisasikan pasca-Piala Dunia, maka jagat sepak bola akan kehilangan salah satu talenta terbaiknya. Namun bagi Mazraoui, meninggalkan lapangan hijau bukanlah sebuah kerugian, melainkan langkah awal menuju pengabdian yang menurutnya jauh lebih abadi dan bermakna. Langkah ini sekaligus menjadi pengingat bagi banyak orang tentang pentingnya memiliki tujuan hidup yang lebih besar di luar pencapaian materi semata.(*)
Editor : Indra Zakaria