MARSEILLE – Pelatih kawakan Roberto De Zerbi akhirnya menyampaikan permohonan maaf terbuka guna meredam kontroversi yang menyelimuti keputusannya terkait masa depan Mason Greenwood. Di tengah derasnya kritik publik, mantan pelatih Brighton itu menegaskan bahwa dirinya sama sekali tidak bermaksud mengabaikan isu sensitif yang melibatkan penyerang asal Inggris tersebut.
Pernyataan ini muncul setelah gelombang protes dari berbagai kalangan yang mempertanyakan komitmen moral klub dalam menangani pemain dengan latar belakang kasus hukum yang kontroversial. De Zerbi, yang dikenal sebagai sosok yang vokal di pinggir lapangan, kali ini menunjukkan sisi emosional dan personalnya dalam menanggapi keresahan masyarakat.
“Saya minta maaf jika saya menyinggung perasaan siapa pun terkait masalah Greenwood. Saya punya anak perempuan dan saya sangat peka terhadap hal-hal ini, saya selalu begitu,” ungkap De Zerbi dengan nada serius.
Pelatih asal Italia itu menyadari bahwa setiap kata yang ia ucapkan terkait personel timnya selalu berada di bawah mikroskop publik, terutama jika menyangkut isu kekerasan atau perilaku di luar lapangan. Ia menegaskan bahwa pembelaan atau komentarnya selama ini murni dalam konteks teknis sepak bola, bukan sebuah pernyataan politik atau pembelaan terhadap tindakan personal pemain.
“Saya tidak bermaksud mengambil sikap tertentu,” tambahnya, memberikan penegasan bahwa fokus utamanya tetap pada aspek profesionalitas, namun tanpa mengabaikan nilai-nilai kemanusiaan yang ia pegang sebagai seorang ayah.
De Zerbi berharap klarifikasi ini dapat menjernihkan suasana dan menghentikan spekulasi liar yang berkembang. Baginya, sensitivitas terhadap isu tersebut adalah hal yang mutlak, dan ia meminta publik untuk memahami bahwa keputusannya di dunia sepak bola tidak serta-merta mencerminkan kurangnya empati terhadap isu-isu sosial yang lebih luas.
Klarifikasi ini menjadi langkah krusial bagi De Zerbi untuk menjaga keharmonisan ruang ganti sekaligus merangkul kembali kepercayaan para pendukung yang sempat merasa kecewa dengan posisi klub terkait isu Greenwood. (*)
Editor : Indra Zakaria