PRISTINA – Sepak bola selalu punya cara untuk menuliskan kisah "Cinderella" yang sempurna. Kali ini, tinta emas itu ditorehkan oleh Kerem Akturkoglu. Pemain yang dulunya berjibaku di divisi keempat liga Turki ini, kini resmi menjadi pahlawan nasional setelah gol tunggalnya memastikan langkah Timnas Turki ke putaran final Piala Dunia 2026.
Dalam laga final playoff Kualifikasi Piala Dunia 2026 yang berlangsung mencekam di Stadiumi Fadil Vokrri, Rabu (1/4), Turki berhasil menundukkan tuan rumah Kosovo dengan skor tipis 1-0. Kemenangan ini memicu ledakan kegembiraan di seantero Turki, mengingat mereka terakhir kali mencicipi atmosfer Piala Dunia pada edisi 2002 silam—tepat 24 tahun yang lalu.
Setelah babak pertama berakhir tanpa gol, kebuntuan akhirnya pecah saat laga memasuki menit ke-53. Kerem Akturkoglu melepaskan tembakan presisi yang menggetarkan jala gawang Kosovo. Gol tersebut bukan sekadar angka di papan skor, melainkan kunci pembuka pintu menuju Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko tahun depan.
Bagi Akturkoglu, momen ini terasa seperti mimpi yang menjadi nyata, tidak hanya bagi dirinya tetapi juga bagi generasi muda Turki yang tumbuh tanpa pernah melihat negaranya berlaga di turnamen paling bergengsi tersebut.
"Sudah 24 tahun berlalu. Kami selalu memimpikan momen seperti ini. Sebagian besar dari kami bahkan tidak ingat kejadian tahun 2002. Sekarang, giliran kami yang membuat adik-adik di rumah memimpikan Piala Dunia 2026," ujar Akturkoglu dengan emosional, dikutip dari laman resmi UEFA.
Keberhasilan ini menjadi kian manis jika menilik rekam jejak karier Akturkoglu yang jauh dari kata instan. Sebelum menjadi bintang di kancah Eropa, pemain berusia 27 tahun ini harus merangkak dari bawah. Ia tercatat pernah mencicipi kerasnya persaingan di divisi dua, tiga, bahkan kasta keempat Liga Turki.
Titik balik kariernya terjadi pada musim 2019/2020 saat ia tampil fenomenal bersama klub semenjana, Erzincanspor, dengan mengemas 20 gol. Performa impresif di kasta bawah tersebut memikat raksasa Galatasaray untuk memboyongnya. Di sana, ia meledak dengan koleksi 46 gol dan tiga gelar juara liga, hingga akhirnya sempat bertualang ke Portugal bersama Benfica sebelum kini memperkuat Fenerbahce.
Meski kini statusnya telah naik menjadi pahlawan nasional, Akturkoglu mengingatkan rekan-rekannya untuk tidak cepat puas. Baginya, lolos ke Piala Dunia hanyalah langkah awal dari misi besar yang ingin mereka capai.
"Piala Dunia adalah impian semua orang sejak kecil. Namun, kita perlu tetap rendah hati. Kami tidak hanya ingin sekadar berangkat, kami pergi ke sana untuk meraih kesuksesan besar," tandasnya.
Kisah Akturkoglu menjadi pengingat bahwa dalam sepak bola, tidak peduli dari mana Anda memulai—entah itu dari lapangan divisi keempat yang sunyi atau dari gemerlap stadion megah—kerja keras dan mimpi bisa membawa siapa pun menuju puncak dunia. (*)
Editor : Indra Zakaria