Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Mayoritas Bawa Pemain Lokal, Sentuhan Magis Eks Pelatih Piala Dunia, Akankah Kutukan AFF Skuad Garuda Berakhir?

Redaksi Prokal • Selasa, 14 April 2026 - 09:15 WIB
John Herdman
John Herdman

JAKARTA – Turnamen Piala AFF selalu menempati ruang emosional yang mendalam bagi pencinta sepak bola tanah air. Meski tidak masuk dalam kalender resmi FIFA, ajang ini tetap menjadi barometer supremasi sepak bola di Asia Tenggara. Menjelang edisi 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada 24 Juli hingga 26 Agustus mendatang, ekspektasi publik kembali memuncak seiring hadirnya nahkoda baru di kursi kepelatihan Skuad Garuda.

Sejak turnamen ini pertama kali digulirkan pada tahun 1996 dengan nama Piala Tiger, Indonesia belum sekalipun merasakan manisnya gelar juara. Catatan enam kali menembus laga final namun selalu berakhir sebagai runner-up telah melahirkan stigma "kutukan" yang membayangi Timnas Indonesia selama tiga dekade. Kini, harapan untuk memecahkan kebuntuan tersebut diletakkan di pundak John Herdman.

Pelatih asal Inggris ini bukanlah sosok kemarin sore di kancah sepak bola dunia. Keberhasilannya membawa tim nasional Kanada menembus putaran final Piala Dunia 2022 menjadi modal profil yang sangat kuat. Pengalaman internasional Herdman diharapkan mampu memberikan sentuhan taktis berbeda guna membawa Indonesia melangkah lebih jauh dari sekadar posisi kedua.

Jalan menuju tangga juara dipastikan penuh tantangan teknis. Karena Piala AFF tidak masuk dalam agenda resmi FIFA, John Herdman hampir dipastikan kehilangan sejumlah pilar utama yang merumput di Eropa, seperti Jay Idzes, Calvin Verdonk, hingga Kevin Diks. Situasi ini memaksa sang pelatih untuk memutar otak dan memaksimalkan potensi terbaik yang tersedia di kompetisi domestik, Super League.

Pilar-pilar dari klub besar diprediksi akan menjadi tulang punggung tim. Nama-nama seperti Thom Haye dan Beckham Putra dari Persib Bandung, serta duo Persija Jakarta, Rizky Ridho dan Witan Sulaeman, diharapkan mampu menunjukkan kematangan mereka. Tak ketinggalan, sosok berpengalaman seperti Jordi Amat juga diproyeksikan tetap memimpin lini pertahanan Skuad Garuda dalam turnamen regional ini.

Peluang Indonesia tetap dinilai terbuka lebar meski tanpa diperkuat pemain yang berkarier di liga-liga elite Eropa. Pengamat sepak bola nasional menilai bahwa kedalaman skuat Indonesia saat ini, yang melibatkan pemain dari Dewa United, Persebaya, hingga Borneo FC, jauh lebih merata dibandingkan edisi-edisi sebelumnya. Hal ini memberikan banyak opsi bagi Herdman dalam meramu strategi yang fleksibel.

Sebagai bagian dari persiapan, John Herdman dijadwalkan akan memanfaatkan momentum FIFA Matchday pada awal Juni sebagai ajang seleksi akhir. Momen tersebut akan menjadi panggung bagi para pemain liga lokal untuk membuktikan kualitas mereka layak mengisi starting eleven di Piala AFF.

Publik kini menanti dengan penuh harap. Di tangan pelatih yang pernah mengecap atmosfer Piala Dunia, optimisme kembali tumbuh bahwa tahun 2026 bisa menjadi akhir dari penantian panjang trofi Asia Tenggara. Tantangan terbesarnya kini adalah mengubah tekanan sejarah menjadi motivasi untuk akhirnya mengibarkan bendera merah putih di podium tertinggi. (*)

Editor : Indra Zakaria
#timnas #aff