PROKAL.CO- Awan mendung memang tengah menggelayuti Persiba Balikpapan usai kekalahan pahit di laga terakhir, namun asa untuk tetap bertahan di kompetisi belum sepenuhnya padam. Tim berjuluk Beruang Madu ini menegaskan bahwa mereka masih memiliki harapan untuk keluar dari zona playoff degradasi dengan memanfaatkan tiga pertandingan sisa sebagai partai hidup mati.
Meski saat ini masih tertahan di papan bawah klasemen, tim pelatih Persiba menolak untuk berpasrah diri. Alih-alih mengharapkan keajaiban dari hasil pertandingan tim lain, Beruang Madu memilih untuk fokus membenahi dapur sendiri. Strategi utama mereka di fase krusial ini adalah meningkatkan performa teknis dan menjaga stabilitas mental bertanding agar tidak kembali terpeleset di momen-momen penentu.
"Peluang itu tetap ada. Kami akan fokus sepenuhnya pada setiap pertandingan yang tersisa dan berusaha meraih hasil maksimal tanpa perlu bergantung pada hasil tim lain," ujar asisten pelatih Gunawan Dwi Cahyo dengan nada optimis. Baginya, konsistensi di lapangan adalah kunci utama jika ingin mengubah nasib tim di penghujung musim ini.
Semangat bangkit juga disuarakan oleh pemain sayap Persiba, Lorensius A Sabda. Ia mengakui bahwa ruang ganti sempat diliputi kekecewaan mendalam, namun semangat juang para pemain kini telah kembali pulih. "Kami memang kecewa, tapi kami tidak boleh larut dalam kesedihan. Masih ada kesempatan dan kami semua siap berjuang semaksimal mungkin di laga berikutnya," tegasnya.
Dengan jadwal kompetisi yang semakin menipis, Persiba kini berkejaran dengan waktu. Kolektivitas tim dan pertahanan yang solid menjadi syarat mutlak jika mereka ingin keluar dari zona rawan dan memastikan diri tetap berkompetisi musim depan. Perjuangan di tiga laga sisa ini akan menjadi pembuktian sejauh mana mentalitas Beruang Madu mampu bertahan di bawah tekanan hebat. (*)
Editor : Indra Zakaria