PROKAL.CO- Di atas kertas, laga pekan ke-26 Super League 2025/2026 antara Borneo FC melawan Madura United pada Minggu (5/4/2026) mendatang terlihat seperti duel yang timpang. Borneo FC berdiri kokoh di posisi kedua klasemen, sementara sang lawan, Madura United, tengah terjerembab di peringkat ke-16 setelah gagal memetik satu pun kemenangan dalam sepuluh laga terakhir mereka.
Namun, bagi pelatih kepala Pesut Etam, Fabio Lefundes, statistik mentereng di papan klasemen bukanlah jaminan kemenangan mudah. Ia justru mencium aroma bahaya dari kubu Laskar Sappe Kerab. Posisi Madura yang terdesak di zona merah, ditambah keputusan mereka merombak kursi kepelatihan, diyakini akan memicu ledakan semangat untuk bangkit habis-habisan.
"Mereka memang belum menang dan akhirnya memutuskan mengganti pelatih. Situasi ini membuat mereka tidak punya alternatif lain selain berjuang keras mengamankan tiga poin," ujar Lefundes memperingatkan skuadnya.
Pelatih asal Brasil tersebut sangat mewaspadai psikologi tim yang sedang terluka. Menurutnya, tim yang sedang berupaya melarikan diri dari ancaman degradasi seringkali menjadi lawan yang paling sulit ditaklukkan karena mereka akan bermain tanpa beban dan penuh determinasi.
Guna meredam potensi kejutan dari tim tamu, Lefundes mengaku tidak mau bersantai. Ia telah mematangkan ide strategis dan memfokuskan seluruh program latihan pekan ini khusus untuk menjinakkan perlawanan Madura United.
"Kami sudah memikirkan matang-matang rencana untuk pertandingan ini dan semua instruksi telah kami berikan kepada para pemain," pungkasnya dengan nada optimistis namun tetap waspada.
Kini, bola ada di tangan para pemain Borneo FC. Mampukah mereka menjaga konsistensi di papan atas, atau justru menjadi batu loncatan bagi kebangkitan Madura United di Samarinda? Jawabannya akan tersaji di lapangan hijau akhir pekan nanti.(*)
Editor : Indra Zakaria