Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Ambisi Besar Berujung Sia-sia: Pelabuhan Mantaritip Tak Mampu Tampung Kapal Raksasa

Redaksi Prokal • Sabtu, 11 April 2026 - 09:00 WIB
Meskipun sempat ada penganggaran untuk pelabuhan samudera di Mantaritip, termasuk pembangunan jalan penghubung, namun infrastruktur tersebut dinilai tak layak.
Meskipun sempat ada penganggaran untuk pelabuhan samudera di Mantaritip, termasuk pembangunan jalan penghubung, namun infrastruktur tersebut dinilai tak layak.

TANJUNG REDEB – Proyek ambisius Pelabuhan Samudera Mantaritip di Kabupaten Berau kini menuai kritik tajam. Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Timur, Makmur HAPK, menyoroti infrastruktur pelabuhan tersebut yang dinilai gagal memenuhi standar fungsional, terutama dalam melayani kapal-kapal berukuran besar yang sangat krusial bagi logistik daerah.

Berdasarkan tinjauan langsung di lapangan, Makmur mengungkapkan bahwa struktur fisik pelabuhan saat ini menyimpan persoalan mendasar. Ketidaksesuaian spesifikasi teknis membuat kapal besar mustahil untuk bersandar dengan aman, sehingga pelabuhan yang diharapkan menjadi urat nadi maritim Bumi Batiwakkal ini terkesan tidak berfungsi optimal.

Kurangnya perencanaan yang matang diduga menjadi penyebab utama proyek ini jalan di tempat, meskipun anggaran besar—termasuk untuk pembangunan jalan penghubung—telah dikucurkan.

"Kalau ditinjau langsung ke lapangan, jembatan atau pelabuhan di sana itu tidak layak untuk disinggahi kapal-kapal besar," ujar Makmur HAPK saat memberikan evaluasi terkait kondisi fisik bangunan tersebut.

Keganjilan pada proyek Mantaritip ini sebenarnya bukan hal baru bagi Makmur. Politisi senior Kaltim tersebut mengaku telah mengidentifikasi masalah teknis ini sejak ia masih menjabat sebagai kepala daerah. Atas dasar pertimbangan fungsionalitas dan efisiensi anggaran, ia sempat memilih untuk tidak melanjutkan pengembangan yang dianggap tidak sesuai kebutuhan.

"Dari awal saya sudah melihat ada persoalan, makanya waktu itu tidak saya lanjutkan," tegas Makmur memberikan klarifikasi atas sejarah proyek tersebut. Makmur mengingatkan pemerintah daerah agar lebih selektif dan berbasis data dalam menyusun prioritas pembangunan infrastruktur di masa depan. Ia menekankan bahwa setiap proyek fisik harus didasari kajian teknis yang mendalam agar tidak berakhir sebagai bangunan tanpa fungsi yang membebani keuangan daerah.

"Jangan sampai kita punya cita-cita besar, tapi tidak didukung perencanaan yang baik," pungkasnya sebagai peringatan agar kegagalan serupa tidak terulang pada proyek strategis lainnya. (*)

Editor : Indra Zakaria
#mantaritip #dprd kaltim #berau