BALIKPAPAN – Dunia penerbangan tanah air tengah dilingkupi fenomena janggal yang memicu keresahan sekaligus keheranan di tengah masyarakat. Saat ini, warga Indonesia dihadapkan pada kenyataan pahit bahwa melintasi batas negara justru jauh lebih ramah di kantong dibandingkan melakukan perjalanan antarprovinsi di dalam negeri sendiri. Anomali harga ini menjadi sorotan tajam karena dinilai tidak logis dan mencederai semangat konektivitas nasional yang selama ini digaungkan pemerintah.
Data di lapangan menunjukkan perbandingan harga yang cukup mencolok dan terasa tidak adil bagi pelancong domestik. Sebagai contoh nyata, tiket kelas ekonomi untuk rute Balikpapan menuju Surabaya kini dibanderol di kisaran Rp1,4 juta hingga Rp1,9 juta, melonjak drastis hingga 70 persen dari harga normal yang biasanya hanya Rp850 ribu. Ironisnya, di saat yang sama, masyarakat bisa terbang dari Jakarta menuju Singapura dengan biaya hanya Rp1,3 juta hingga Rp1,7 juta, bahkan bisa lebih murah jika mendapatkan harga promo.
Ketimpangan ini semakin terasa tidak masuk akal ketika melihat rute antarnegara tetangga di kawasan ASEAN. Perjalanan dari Singapura menuju Malaysia, misalnya, hanya dipatok di kisaran Rp300 ribu hingga Rp900 ribu. Fakta bahwa terbang ke Kuala Lumpur bisa dimulai dari angka Rp700 ribu membuat perjalanan domestik seperti Balikpapan–Surabaya terasa seperti sebuah kemewahan yang dipaksakan. Kondisi ini melahirkan persepsi bernada satir di tengah publik: jika ingin berhemat, maka terbanglah ke luar negeri.
Tingginya harga tiket domestik ini disinyalir berakar pada beban operasional yang kian berat bagi maskapai dalam negeri. Lonjakan harga avtur sebagai komponen biaya terbesar, ditambah pajak yang berlapis serta biaya operasional bandara yang tinggi, menjadi faktor utama yang mencekik harga tiket. Selain itu, minimnya kompetisi pada rute-rute dalam negeri tertentu membuat maskapai tidak memiliki cukup ruang untuk menekan harga, berbeda dengan rute internasional yang didominasi oleh persaingan ketat maskapai berbiaya rendah atau low-cost carrier. (*)
Editor : Indra Zakaria