Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Diduga Alami Depresi, WNA Asal Belanda Mengamuk di Bandara SAMS Sepinggan

Redaksi Prokal • Selasa, 14 April 2026 - 06:30 WIB
JG diamankan di ruang Detesi Imigrasi. Putra dari JG sedang berkonsultasi dengan dokter RS Dr. R. Hardjanto Balikpapan untuk pengobatan ibunya. (IST.)
JG diamankan di ruang Detesi Imigrasi. Putra dari JG sedang berkonsultasi dengan dokter RS Dr. R. Hardjanto Balikpapan untuk pengobatan ibunya. (IST.)

BALIKPAPAN – Suasana di Bandara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan, Balikpapan, mendadak riuh setelah seorang warga negara asing (WNA) asal Belanda berinisial JG (55) melakukan aksi mengamuk di area keberangkatan. Insiden yang terjadi saat wanita tersebut hendak melakukan penerbangan ini memaksa petugas keamanan bandara dan pihak Imigrasi turun tangan untuk melakukan pengamanan.

Indikasi Gangguan Kejiwaan dan Langkah Humanis

Kepala Seksi Intelijen Kantor Imigrasi Kelas I TPI Balikpapan, Doni Purwokohadi Sandra Dewa, menjelaskan bahwa pihaknya segera mengamankan JG setelah menerima laporan terkait keributan yang ditimbulkannya. Berdasarkan pemeriksaan awal dan pengamatan di lapangan, terdapat indikasi kuat bahwa yang bersangkutan tengah mengalami gangguan kejiwaan atau depresi berat.

Guna memastikan kondisi kesehatannya, pihak Imigrasi mengambil langkah humanis dengan memfasilitasi pemeriksaan medis. Koordinasi pun dilakukan dengan dokter di Rumah Sakit Tentara Balikpapan untuk memberikan penanganan yang tepat. Saat ini, JG ditempatkan di ruang detensi Imigrasi sembari menunggu koordinasi lebih lanjut dengan Kedutaan Besar Belanda.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, JG sebenarnya sudah berada di Balikpapan selama kurang lebih dua minggu. Ia datang bersama putranya dengan tujuan awal untuk berwisata sekaligus upaya pemulihan dari depresi yang dialaminya. Sang anak berharap suasana baru di Indonesia dapat membantu kondisi mental ibunya, namun yang terjadi justru sebaliknya; kondisi kejiwaan JG kambuh saat berada di Balikpapan.

Seharusnya, JG dan putranya dijadwalkan kembali ke negara asalnya pada 8 April 2026. Namun, karena kondisi kesehatan yang belum stabil, izin tinggalnya sempat diperpanjang oleh sang anak sebelum akhirnya insiden di bandara tersebut terjadi.

Proses pengamanan terhadap JG tidak berjalan mulus. Petugas sempat mengalami kesulitan lantaran JG bersikap tidak kooperatif, meronta, hingga berteriak histeris saat hendak ditenangkan. Personel dari Polres Balikpapan pun turut dikerahkan untuk membantu petugas Imigrasi dalam meredam situasi agar tidak mengganggu operasional bandara serta kenyamanan penumpang lainnya.

Pihak Imigrasi kini masih memantau perkembangan kondisi kesehatan JG. Rencana pemulangan atau deportasi ke Belanda akan segera dilaksanakan setelah tim medis menyatakan kondisi yang bersangkutan sudah cukup stabil untuk melakukan perjalanan udara jarak jauh. (*)

Editor : Indra Zakaria
#balikpapan