Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Kepada Para Pelajar Jangan Sepelekan Penggunaan Earphone, Dokter Spesialis THT-BKL di Balikpapan Ini Ingatkan Risikonya

Redaksi • Senin, 13 April 2026 - 10:24 WIB
JADI PERHATIAN: Siswa SMP 27 Kota Balikpapan, Provinsi Kaltim, sedang mengikuti skrining kesehatan pendengaran.  ANGGI PRADITHA/KALTIM POST
JADI PERHATIAN: Siswa SMP 27 Kota Balikpapan, Provinsi Kaltim, sedang mengikuti skrining kesehatan pendengaran. ANGGI PRADITHA/KALTIM POST

PROKAL.CO, BALIKPAPAN – Kepada anak-anak usia sekolah yang punya kebiasaan memakai earphone saat belajar atau bermain game kini harus lebih waspada dan memahami risiko penggunaan earphone.

Sebab bisa menjadi ancaman serius gangguan pendengaran di kalangan siswa yang berujung pada penurunan prestasi akademik.

Baca Juga: Jamaah Calon Haji yang Berangkat dari Kabupaten Paser Naik Dua Kali Lipat, Segini Jumlahnya Tahun 2026 Ini 

Dokter Spesialis Telinga, Hidung, dan Tenggorokan Bedah Kepala Leher (THT-BKL) di Kota Balikpapan, Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), Erica Lukman, mengatakan gangguan pendengaran dapat menghambat interaksi sosial.

Ada beragam penyebab yang bisa menciptakan gangguan pendengaran di usia sekolah. 

Baca Juga: PLN UIP3B Kalimantan Gelar Clean Energy Day, Dorong Perubahan Gaya Hidup Rendah Emisi

Pertama karena kotoran telinga yang membuat infeksi telinga dalam akut dan kronis. “Ada yang berisi cairan kental dan baru sadar ketika anak-anak sudah mulai terganggu,” sebutnya. 

Kemudian gangguan pendengaran akibat bising. Seperti efek mendengarkan volume dari gadget dengan memakai earphone atau headset. Dia menyarankan sebaiknya volume hanya di bawah 50 persen dan tidak lebih dari 60 menit.

Baca Juga: Pemkab PPU Belum Putuskan Bukan Lowongan CPNS atau Tidak Tahun 2026, Beban Fiskal Masih Jadi Perhatian 

Itu tips yang aman untuk mengurangi gangguan pendengaran akibat bising. Masalahnya anak kadang tidak sadar volume suara tinggi dan larut memakai earphone dalam waktu cukup lama. 

“Efeknya dapat merusak sel-sel rambut di dalam telinga dan menimbulkan tuli saraf,” ungkapnya. Itu tidak bisa diobati dan kembali seperti normal ketika sudah mengalami ketulian berat.

Baca Juga: Ketegangan AS-Iran Memuncak: Teheran Usulkan Tarif di Selat Hormuz, Washington Fokus Isu Nuklir

Erica mengimbau, jika ingin mendengarkan suara melalui headset cukup atur volume di bawah 50 persen. Setiap satu jam harus berhenti sementara. Bukan terus menerus pakai headset hingga larut.

Baca Juga: Pemprov Pangkas Anggaran di Tengah Jalan, Puluhan Ribu Warga Kaltim Terancam Kehilangan Hak BPJS 

Sementara siswa terkena suara bising, contohnya ketika praktek kerja lapangan, maka bisa menggunakan pelindung pendengaran. “Berupa earplug atau earmuff agar bisa meredam suara bising,” katanya. (gel)

Editor : Faroq Zamzami
#earphone #dokter spesialis tht-bkl #erica lukman #Balikpapan All Star